“Begitu Rindunya Diri Ini Kepadanya”

29 Mei 2017, kala itu di Sekretariat Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Morowali lampu lagi padam, di tambah lagi hujan yang kunjung redah dan Gempa Yang menggunjang Kota Palu.

Ditemani 1 batang Lilin yang menerangi ruang tamu. Orang-orang dalam rumah sibuk mondar mandir ketakutakan karena gempa yang begitu kencang mengguncang kota palu dan saya sibuk dengan buku Diary dan Pena yang Engkau hadiahkan Kepadaku.

Entah mengapa, Airmata ini kembali menyapaku dimalam itu, ketika pena mulai ku goreskan dibuku diary yang berisikan sajak tentang Rindu. yaa.. Rindu kepada dirimu wahai calon bidadari Syurgaku.

Aku berdo’a dalam Hati kepada sang pemilik hati ini dengan Deraian Air Mata:

                    يا مقلّب القلوب ثبت قلبي على دينكWahai dzat yang membolak-balikan hati, tetapkan lah hatiku atas Agama-Mu…

” Yaa Rabb,, Biarkan Aku menangis malam ini, Karena air mata ini adalah tanda perjuanganku dan Biarkan Dia memenuhi langit-langit kepala ini. Resah menggebu oleh perasaan yang sulit diatur dan Rindu kepada Sosoknya”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s