Tangisan Kecil Sang Adik Tercinta

Hari ini Sabtu, 27 Mei 2017 disebuah Kota yang terkenal dengan makanan Khasnya yaitu Kaledo, sehingga kota ini Kerap dinamakan Kota Kaledo (Kota Palu).
Di suatu malam ketika saya bersama Adik Laki-lakiku di Sekretariat BPP-IP2MM Kota Palu. duduk bersama-sama dengan dia, bercanda tawa di dalam kamar tempat kami beristrahat.

Sementara bercerita dibarengi dengan canda tawa, tiba-tiba dia (Adik Lelakiku) menundukkan kepalanya lalu berkata dengan suara sedihnya “Kaka ku tekokoau hai mia le raha”, itu bahasa Bungku (Morowali) yang Artinya “Kakak Saya Rindu dengan Orang di Rumah” Rindu yang dia maksud disini adalah Rindu Sama Mama karna disana tinggal Mama sendiri di Rumah.

Saya pun menghampirinya dan merangkulnya dan berkata “kamu yang sabar yaa adikku, ini belum sebeberapa. Karena masih banyak tantangan yang akan kau hadapi kedepannya”, dia Pun balik bertanya “Berarti begini yang Kakak rasakan selama bertahun-tahun disini??“, Saya pun menjawab “Ini hanya bagian terkecil saja selama bertahun-tahun disini”.

Dia pun langsung memeluk saya lalu berkata “Saya harus belajar kuat dan bersabar menghadapi ini”.

Itulah sepenggal cerita saya bersama adik tercinta saya di kota kaledo, sebut saja namanya Rafyudin Karim, adik saya satu-satunya, anak terakhir dari 6 bersaudara.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s