Menyelami Diri by Abd. Mhalik A. Parilele

Menyelami Diri By Abd. Mhalik A. Parilele

Bagaimana mungkin kita akan egois mempersalahkan seluruh kejadian menyesakkan. Bukankah kita semua hanyalah pelakon dari cerita kehidupan. Oleh kendali penuh sang maha sutradara hidup. 
Dengan cerita misterius, entah mendorongmu dari belakang atau menghadangmu didepan. Dengan beragam cita rasa, kadang dimurkai dan kadang dikagumi.
Yang murka pasti menggurutu keras. Menganggap ada keberpihakan tidak adil oleh pengarang cerita. Bahkan sesekali dalam sakitnya, ia mengutuk dengan makian yang menurutnya terpuji. 
Sementara para pengagum terus bergumam dalam doanya. Menaruh kepercayaan penuh terhadap cerita pada hidupnya. Tentang harapan kebahagian diujung perjalanan sementara. Menuju peristirahatan dengan gelar taat.
Sebenarnya, baik yang murka maupun kagum selalu mendapatkan porsinya. Tentang jatah melakoni cerita berdasarkan sanggupnya. Karena sutradara tidak pernah keliru menakar pengisi cerita. Dia mengetahui lebih dan kurang tentang ceritanya.
Mereka yang memahami dirinya tentu akan melanjutkan cerita. Gigih menuntaskan seluruh narasi pembelajaran dalam ujian. Untuk memperoleh predikat unggulan agar tidak tereliminasi. Hingga ada perbekalan pada cerita selanjutnya bahkan ketika diminta pulang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s